
Bandara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution di Mandailing Natal telah resmi beroperasi, menyediakan rute langsung ke Medan, Padang, dan Pekanbaru. Bandara ini harapnya dapat memangkas waktu perjalanan dan memperkuat konektivitas antar kota besar di Sumatera.
Desain terminal bandara mengambil inspirasi dari Rumah Adat Bagas Godang, menunjukkan kekayaan budaya Suku Mandailing. Pembangunan bandara ini merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur dan mendukung pertumbuhan ekonomi serta pariwisata lokal.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, bersama dengan Bupati Mandailing Natal, HM. Jafar Sukhairi Nasution, dan pejabat lain dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, menghadiri peresmian bandara. Mereka menekankan bahwa bandara ini akan menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan pintu gerbang pariwisata di Sumatera.
Bandara ini juga bertujuan mengurangi durasi perjalanan darat antarkota, yang biasanya bisa memakan waktu lima hingga sepuluh jam. Dengan beroperasinya bandara, harap akan terjadi peningkatan lalu lintas barang dan jasa, yang akan mendukung pertumbuhan bisnis dan industri lokal.
Operasi bandara ini dengan harapan meningkatkan ekonomi Mandailing Natal secara signifikan, memperkuat posisinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah barat Indonesia. Ini menandai langkah besar dalam upaya pemerintah menyediakan infrastruktur yang memadai dan mendukung distribusi pertumbuhan yang merata di seluruh negeri.