Anggaran sama, kualitas pendidikan Indonesia tertinggal jauh dari Vietnam

Sri Mulyani. ©2017 merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Sindo Trijaya Mandailing Natal - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, di tahun 2017 anggaran untuk pendidikan di Indonesia mencapai Rp 440 triliun. Artinya, pemerintah telah mengalokasikan 20 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk sektor ini. Menurutnya, angka ini meningkat dibandingkan 10 tahun lalu yang hanya Rp 140 triliun.

Meski begitu, pendidikan di Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan dengan Vietnam. Padahal negara tetangga tersebut juga memiliki anggaran pendidikan yang sama dengan Indonesia.

"Tapi hasilnya untuk skor membaca kita peringkat 62 dari 66 negara, kemudian dari keseluruhannya kita peringkat 52 dari 55 negara. Vietnam ada di ranking 8," katanya dalam acara budget day di Kementerian Keuangan, Rabu (22/11).

Lebih lanjut, dari sisi tenaga pengajar atau guru, Indonesia juga masih banyak kekurangan. Sebab, ada sekitar 25 persen guru yang kemampuan akademisnya kurang memadai.

"Kegiatan belajar mengajar kalau 25 persen guru yang dikatakan Pak Boediarso (Dirjen Perimbangan Keuangan) bahkan tidak qualified dari sisi pendidikannya dan kemampuan akademisnya," ujarnya.

Bahkan, ada 50 persen guru yang belum atau tidak tersertifikasi. Padahal menurut bank dunia, sertifikasi guru itu termasuk yang paling ringan dan mudah. Kendati begitu, guru yang tersertifikasi juga belum tentu bisa melaksanakan sebagai guru yang baik.

"Dan begitu dia disertifikat dia tidak disertifikat lagi," katanya.

Oleh karena itu dia berharap adanya sinergi dari Direktorat Jenderal Anggaran (DJA), Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) dan Direktorat Jenderal Perbendaharaan, untuk mengevaluasi fiskal dari mulai alokasi, distribusi, hingga pelaksanannya. Hal itu supaya Indonesia menjadi negata yang maju.

Sumber : Merdeka.com