DARMA YANTO : TRUMP TELAH MEMBUKA KONFLIK SECARA PARSIAL

Foto MNC Trijaya

MNC Trijaya Mandailing Natal (Madina) - Wacana pemindahan ibu kota Israel ke Yerussalaem yang sudah viral membuat Wakil Ketua Bidang Dakwah dan Pengkajian Agama Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Mandailing Natal angkat bicara.

Saya sesungguhnya tidak terlalu terkejut dengan keputusan Donald Trump itu. Selain karena memang itu adalah karakternya yang memang cenderung berbuat sebelum berpikir, dan kalau salah susah mengakui dikatakan  Darma Yanto kepada MNC Trijaya, Jum’at (8/11)

“Memindahkan kedubes di Israel adalah salah satu janji kampanye Trump pada 2016 kepada kelompok Yahudi AS yang amat pro-Israel, termasuk raja kasino Sheldon Adelson, yang menyumbang US $25 juta pada sebuah komite politik yang mendukung Trump pada masa kampanye presiden” ucap Darma 

Darma menambahkan Isu Palestina sejak dari dulu selalu menjadi isu seksi di kalangan pemimpin Islam. Di setiap kampanye pemilihan misalnya, salah satu isu yang layak jual adalah isu Palestina. Termasuk ketika pemilihan Presiden RI yang lalu. 

“Keputusan Donald Trump itu memang keputusan "reckless" (sangat berbahaya) juga menghambat proses perdamaian yang telah diupayakan selama ini di timur tengah, dan antara palestina-israel khususnya” lanjut Darma

“Sebaliknya Al-Quds, tempat Masjidil Al-Aqsa berdiri, juga menjadi bagian integral dari keimanan Islam. Tempat ini bagi orang Islam bukan sekedar terbangun di atas sejarah 3000 tahun silam. Tapi diyakini sebagai kota akidah, sejak Ibrahim hingga ke anak-anak keturunannya. Bedanya adalah bagi kita memang relevansinya adalah akidah atau keimanan. Sementara umat Yahudi relevansinya adalah sejarah kejayaan etnis dan ras” Pungkas Darma (MNC-Bakty)