Proyek infrastruktur Jokowi tak ampuh serap tenaga kerja

Pembangunan jalan layang Blok M-Ciledug. ©2016 Merdeka.com/imam buhori

MNC Trijaya Mandailing Natal (Jakarta)  - Institute for Development of Economic and Finance (Indef) mencatat penyerapan tenaga kerja dari sektor konstruksi masih sangat kecil. Tak hanya itu, penyerapan tenaga kerja oleh sektor ini juga mengalami penurunan dalam kurun waktu tiga tahun ini.

Tercatat, penyerapan tenaga kerja di sektor konstruksi pada tahun 2015 sebesar 7,72 juta jiwa atau sekitar 6,39 persen. Tahun 2016 penyerapan tenaga kerja sektor ini sebesar 7,71 juta jiwa atau turun 0,01 juta jiwa. Kemudian pada 2017, sektor konstruksi hanya menyerap 7,16 juta jiwa.

Dengan demikian dalam periode 2015-2017 tenaga kerja di sektor konstruksi menyusut 0,56 juta orang.

Direktur Institute for Development of Economic and Finance (Indef), Enny Sri Hartati mengatakan, untuk mendorong sektor konstruksi sebagai penyedia lapangan kerja, perlu ada perencanaan yang lebih matang dalam pengerjaan proyek infrastruktur.

"Kalau ada perencanaan, kan inginnya cepat. Inginnya instan sehingga harus selesai sekarang. Harus selesai bulan depan, sehingga akhirnya dengan alat-alat berat kan," ungkapnya di Universitas Bakrie, Jakarta Selatan, Rabu (29/11).

Padahal dalam pandangannya, pembangun fisik Infrastruktur yang dijalankan seharusnya turut memberikan kesempatan yang lebih luas bagi penyerapan tenaga kerja. "Nah mestinya justru pembangunan infrastruktur bisa berdampak jangka pendek kalau itu bisa meng-create tenaga kerja, banyak lapangan kerja," kata dia.

"Itu yang selama tiga tahun ini tidak mensinergikan itu," sambung Enny.

Menurutnya, persoalan penyediaan lapangan kerja masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Karena itu, diharapkan pemerintah dapat mengoptimalkan program-program pembangunan demi terciptanya lapangan kerja baru.

"Ke depan, ini yang paling utama adalah ketersediaan lapangan kerja sementara kalau itu hanya diserahkan ke swasta, nggak akan terpenuhi target 2 juta lapangan kerja, makanya dibantu dengan program itu, dengan dana desa, DAK," tegas Enny. [idr]

Sumber : Merdeka.com