Tahun depan, Jepang bangun mega proyek bendungan Rp 3,8 T di Palembang

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. ©2017 Merdeka.com/Wilfridus Setu Embu

MNC Trijaya Mandailing Natal (Palembang )- Setelah terlunta-lunta dalam tahap perencanaan sejak dua tahun lalu, kini rencana pembangunan Bendungan Tiga Dihaji atau Mega Proyek Komering II Dam yang terletak di Desa Sukabumi, Kecamatan Tiga Dihaji, Kabupaten OKU Selatan, Palembang sudah mulai menemukan titik terang.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengatakan pembangunan bendungan Tiga Dihadji yang merupakan Filed Project Nasional Kedaulatan Pangan dari pemerintah melalui, Dirjen SDA Kementerian PU-PR telah masuk ke dalam daftar infrastruktur yang akan dibangun di 2018.

"Yang baru tahun depan mungkin bendungan. Namanya Tiga Dihadji di Palembang," kata Menteri Basuki, usai mengikuti acara PPP (Public Private Partnership di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (29/11).

Menteri Basuki menjelaskan, pembangunan tersebut dilakukan dengan skema KPBU (Kerjasama Pemerintah Badan Usaha). Rencananya, salah satu perusahaan dari Jepang akan masuk ke dalam proyek tersebut.

"Iya, kalau jadi (KPBU dengan Jepang), kan nunggu minggu ini atau minggu depan dia mau mutusin," ujarnya.

Akan tetapi, Menteri Basuki mengatakan belum mengetahui persis nama perusahaan asal Jepang tersebut. "Tapi belum tahu PT apa, swasta tapi dari Jepang."

Menteri Basuki mengungkapkan, pembangunan Bendungan Tiga Dihadji menelan investasi hingga Rp 3,8 triliun. Jepang mengaku tertarik ikut menanam investasi, sebab, bendungan tersebut berpotensi menghasilkan tenaga listrik.

"Karena ada PLTAnya makanya dia tertarik, 13 atau 14 Mega Watt."

Sumber : Merdeka.com