72 TAHUN MERDEKA, GAJI GURU HONOR KOMITE MASIH MEMPERIHATINKAN

Image Geogle

 

MNC Trijaya Mandailing Natal (Madina) - Rendahnya tingkat kesejahteraan guru honor komite akibat minimnya gaji yang diterima juga terjadi di daerah Kabupaten Mandailing Natal, Selain gaji yang tak layak, waktu pembayarannya pun tak menentu.

 

Alhasil para guru-guru komitei terpaksa mencari pekerjaan sampingan usai mengajar sekolah. Contohnya, Putra seorang salah satu guru honor di SDN di Kecamatan Panyabungan Utara.

Putra mengatakan pada wartawan (25/11) hanya digaji dibawah 500 ribu setiap bulannya oleh pihak sekolah,Tentu jumlah itu tidak sebanding dengan angka kebutuhan layak hidup (KLH).

"Apalagi saya sudah berkeluarga, kebutuhan hidup jelas lebih tinggi.Untung saja saya masih tinggal bersama orang tua saat ini pengeluaran kontaran rumah berkurang, tapi ini hanya sementara," kata pria beranak satu ini

Putra menjelaskan, statusnya adalah guru honor yang diangkat oleh pihak sekolah dan komite.

Bukan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mandailing maupun honor dari Pemerintah Provinsi Sumut.

Gajinya dibayar melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang disalurkan pemerintah kepada sekolah-sekolah penerima.

Sehingga gaji yang kecil itu baru akan diterima apabila dana BOS dicairkan pemerintah ke rekening sekolah. Dimana pencairannya dilakukan satu kali dalam tiga bulan. Itu artinya Putra baru menerima gaji dalam tiga bulan. Kondisi yang sulit dirasakannya ketika menunggu pencairan dana BOS.

Biaya untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti pangan dan sandang disiasati dengan bekerja sampingan. Selain itu ia juga harus meminimalisir pengeluaran setiap hari agar mencukupi.

"Pulang sekolah saya ikut memanen kelapa. Karena di daerah saya terkenal akan kelapanya yang di jual ke daerah lain," ujarnya.

Aktivitas memanen kelapa yang dijalaninya mulai dari memetik, mengupas dan langsir Putra lakukan

“saya berharap agar pemerintah lebih memperhatikan  honor komite gara aktivitas belajar mengajar lebih efisien untuk tercapainya cita-cita bangsa” punkasnya (Bakty)