Diduga Korupsi, Mantan Kadis Kelautan dan Perikanan Madina Dipenjara

Foto okezone

MNC Trijaya Mandailing Natal (MADINA) - Kejaksaan Negeri Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara secara resmi menahan dua orang mantan Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten Madina Tahun 2013 dan 2014, Zamaluddin dan Kobol Siregar.

 

Kepala Kejaksaan Negeri Madina, Arif Zahrulyani mengatakan, penahanan kedua mantan kadis kelautan dan perikanan Madina tersebut Berdasarkan surat perintah penahanan nomor print-01/N.2.28/Ft.1/11/2017 dan print-02/N.2.28/Ft.1/11/2017.

"Penahanan kedua mantan kadis Kelautan dan perikanan Madina tahun 2013 dan 2014 ini dilakukan setelah dilakukannya pemeriksaan beberapa jam oleh oleh Tim gabungan Jaksa dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dan Kejaksaan Negeri Mandailing Natal (Kejari Madina)," kata Arif kepada Okezone, Kamis (23/11/2017).

"Secara resmi kedua mantan kadis Kelautan dan Perikanan Madina ini ditahan mulai hari ini yakni 23 November 2017, untuk masa penahanan selama 20 hari sampai tanggal 12 desember 2017 depan dirumah tahanan negara Tanjung Gusta Medan" jelasnya.

Arif juga memaparkan, berdasarkan penyidikan jaksa Penyidik Kejari Madina, keduanya disangkakan telah melakukan perbuatan tindak pidana korupsi ketika menjabat selaku Pengguna Anggaran sekaligus penanggung jawab kegiatan proyek telah melakukan manipulasi dan mark up pada pengadaan alat tangkap dan pengadaan bibit ikan dalam kurun waktu tahun 2012 sampai dengan 2014 pada Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Madina.

"Temuan dugaan tindak pidana korupsi tersebut berdasarkan hasil audit BPKP perwakilan Medan dan perbuatan para tersangka telah merugikan keuangan negara sebesar Rp898.600.453.- setelah Berkas perkara telah dinyatakan lengkap oleh Tim Jaksa Penuntut, penyerahan tahap dua dilakukan dan para tersangka didampingi oleh Penasehat Hukum Rudi Sihite," tuturnya.

Masih Arif, Jaksa Penuntut Umum yang diketua oleh Mustafa Kamal dengan anggota Henry Sipahutar dan Haikal telah siap untuk melimpahkan dan menyidangkan keduanya pada Pengadilan Tipikor Medan.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keduanya akan didakwa dengan sangkaan Pasal 2 dan Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah Undang-Undang Nomor 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman 20 penjara.(Okezone)