Diduga Pemerintah dan Kelompok Ternak Kong Kali Kong, Penerima Bantuan Ternak Sapi di Mandailing Natal Tumpang Tindih, Aparat Penegak Hukum Jangan Tutup Mata

Foto : kandang Sapi

MNC Trijaya Mandailing Natal (Panyabungan ) - Kelompok  ternak merasa kecewa, Pasalnya kelompok Ternak sapi menerima bantuan  sapi T.A 2018  jauh dari   yang diharapkan, sapi yang diterima bukan seperti Juknis  bahkan bantuan ternak itupun ada yang masih menyusui  dan ada yang sedikit lebih besar.  Padahal di dalam permohonan proposal itu tidak ada yang timpang tindih tapi dengan ukuran yang merata.

Ada  anggota kelompok ternak  sempat mengundurkan diri akibat tidak sesuai  dengan proposal  dan komitmen sebelum menerima bantuan ternak sapi.  Anehnya lagi, anggota kelompok yang lainya tidak merasa keberatan,  apakah karna sudah mendapatkan bantuan  itu, kan itu sudah kewajban pemerintah memberikan bantuan untuk kelompok tani ternak maupun yang lainnya.

Akibat kekesalan anggota ternak sempat menuturkan kepada awak media, Apakah penerima bantuan kelompok ternak sapi begitu saja tiap tahun nya  bahkan tiap tahun selalu mendapat bantuan, apakah pemerintah tidak ada niat agar kebutuhan daging perharinya di daerah khususnya di Mandailing Natal dapat terbutuhi, dituturkan salah Satu anggota kelompok ternak yang mengundurkan diri, Kamis, (17/01).

“Saya sudah mengundurkan diri dari kelompok Ternak semenjak kedatangan sapi tersebut, hati nurani saya tidak menerima Ukuran sapi tersebut dan saya merasa di Zolimi. Kelompok ternak tersebut punya rekening kelompok dan di bicarakan awalnya masuk kerekening kelompok dan akan kami belanjakan sendiri, namun entah bangaimana ceritanya sapi sudah datang dengan ukuran yang tidak sesuai” Tutur Anggota yang mengundurkan diri

Seterusnya, MNC dan beberapa Media Ternama menemui anggota kelompok Ternak yang lain dan langsung  kelokasi Kelompok ternak di sekitar Kec. Panyabungan. Hasil Investigasi Team menemukan kejanggalan yang Riskan dan dekat sarat Korupsi. 

Anggota kelompok ternak berinisial RM mengatakan kepada Team dan MNC, mereka sendiri yang membelanjakan sapi tersebut dengan Harga 6 juta Rupiah dan di Jemput di Desa Rumbio sebanyak 10 ekor Sapi.

 “kami kelompok ternak ini membelanjakan Langsung sebanyak 10 ekor sapi dengan harga 6 juta Rupiah/ekornya. Bangunan kandang Sebesar 20 jutaan, ditambah mesin giling rumput dan Betor pengangkut rumput 1 unit” kata RM

Sementara RS warga setempat mengatakan sapi yang datang itu ukurannya sangat kecil, masih bisa di gendong paling kisaran harga 3 jutaan soalnya kelihatan masih menyusui sapi tersebut, Kamis, (17/01)

Dilain tempat,  SH anggota kelompok Ternak menuturkan kepada team media, saat tim Monitoring Pusat marah-marah di dampingi Asnam KUPT pertanian Panyabungan dengan keadaan sapi dan kandang tersebut yang diduga tidak sesuai.

“Team Monitoring marah-mrah saat monitoring ke kelompok kami, dengan ujaran tidak mungkin sapi seukuran itu dengan harga 6 juta bahkan ukuran seakarang pun tidak mungkin harga 6 juta rupiah di dampingi Asnam” Tutur SH

Anehnya lagi, SH sendiri tidak tahu siapa ynag membelanjakan sapi tersebut, SH memerima sapi setelah pengurus memilih sapi terlebih dahulu seterusnya anggota memilih sapi sisa.

Berlanjut investigasi ke kelompok Ternak Desa Gunung Barani, Ketua kelompok Ternak Gunung Barani  Mukri Tanjung mengtakan Kepada team saat diminta keterangan, awalnya mereka dari Dinas Pertanian menjanjikan 100 juta untuk pembelian 10 sapi nyatanya mereka memberikan 80 juta kepada kelompok . Untuk kandang yang meliputi Tempat pengolahan rumput dan 2 unit kandang mereka memberikan 26 juta. Mukri juga enggan mengatakan jumlah uang yang masuk ke rekening Kelompok.

“awalnya mereka dari Dinas Pertanian menjanjikan 100 juta untuk pembelian 10 sapi nyatanya mereka memberikan 80 juta kepada kelompok kami. Untuk kandang yang meliputi Tempat pengolahan rumput dan 2 unit kandang mereka memberikan 26 juta” kata Mukri

Sementara Asnam KUPT Pertanian Panyabungan  ditemui sebelum Monitoring  Pusat ke Lokasi kelompok Ternak, Asnam mengatakan hanya menemani atau kasih unjuk kelompok tersebut sebagai Kegiatan Monitoring dari Pusat.

Sulitnya ditemui Kadis Dinas Pertanian dan Peternakan   Kab. Mandailing Natal team Investiagsi menghubungi Zulfahmi Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan  Kab. Mandailing Natal, saat diminta keterangan melalui telpon untuk di komfirmasi, mengatakan bantuan itu kegiatan Provinsi bukan Dinas Pertanian dan Peternakan   kab. Mandailing Natal sembari mengatakan langsung saja kepada bapak Ka. Dinas Pertanian dan Peternakan   kab. Mandailing Natal, Sabtu (19/01).

Ironisnya lagi, kades Tarimbaru Panyabungan Timur inisial Kobet  mangkir, Kobet mengatakan kepada Team Investigasi  by Phone tidak tahu-menahu tentang Bantuan Ternak lembu itu. Padahal beberapa bulan yang lalu Belia mengatakan mereka dapat bantuan lembu dan kandang, namun kini Kobet mangkir, Senin (21/01/2019).

Setelah investigasi Team awak Media, dengan menyimpulkan adanya dugaan perbelanjaan sapi dan Pendirian bangungan Kandang tidak sesuai, akankan semua kelompok Ternak di Mandailing Natal sama halnya dengan kelompok Ternak ini. 

Diminta para penegak Hukum  dan Instansi Terkait untuk menindak lanjuti kejanggalan kelompok ternak yang di diduga merugikan Kelompok Ternak tersebut dan Jangan Tutup mata. (MNC-002)