TAN GOZALI DUKUNG MUAMMAR NASUTION JADI KADES LUMBAN DOLOK

fOTO : TAN GOZALI

MNC Trijayan Mandailing Natal | Madina – H Muammar Nasution, kembali maju sebagai calon kepala desa Lumbandolok kecamatan Siabu kabupaten Mandailing Natal (Madina)

H Muammar sempat diberhentikan Bupati Madina pada tahun 2017 yang lalu disebabkan tekanan politik. Namun, tekadnya yang ingin membangun kampung kelahirannya itu tidak terhenti, apalagi salah satu tujuannya adalah mewujudkan generasi muda desa Lumbandolok yang cinta agama, cinta Alqur’an yang sesuai dengan julukan desa Lumbandolok sebagai ‘Kampung Alqur’an’

Dukungan dari warga desa pun semakin kuat, dan pendukungnya tetap solid karena mereka tetap menginginkan desa yang diberi julukan ‘Kampung Al-qur’an itu dipimpin oleh figure yang paham agama dan tahfiz (hapal) Alquran,

Selain didukung oleh masyarakat desa Lumbandolok, H Muammar juga didukung oleh tokoh pemuda di kabupaten Madina. Salah satunya adalah Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) kabupaten Madina, Tan Gozali Nasution.

Saat bincang-bincang dengan wartawan, Senin (3/12). Tan Gozali mengatakan, H Muammar figur yang paling layak memimpin kampung Alqur’an, satu-satunya desa yang mendapat julukan di kabupaten Madina. Dan, kampung Alqur’an harus bisa jadi contoh untuk semua desa/kelurahan di Madina.

“Lumbandolok itu satu-satunya desa yang diberi julukan kampung Alquran, tentu pemimpinnya harus yang paham agama. Kurang elok lah bila kampung Alquran misalnya dipimpin preman atau orang yang tidak taat beragama. Karena itulah, kita sangat sepakat bila desa Lumbandolok dipimpin H Muammar agar bisa menjadi desa percontohan di kabupaten Madina,” terang Tan Gozali.

Tan Gozali menyebut, pemberhentian H Muammar Nasution yang hanya menjalankan pemerintahan kurang lebih satu tahun, itu tidak terlepas dari tekanan politik yang terjadi di desa Lumbandolok.

“Kita menyadari, Lumbandolok itu berbeda dari desa yang lain di Madina, yang membuat intensitas politiknya sangat tinggi, apalagi jumlah penduduknya juga besar. Dan perkiraan kita saudara H Muammar diberhentikan akibat tekanan politik, bukan karena beliau tidak mampu. Hanya saja kebijakannya selama memimpin kurang lebih setahun banyak yang merasa terganggu akibat kepentingan sekelompok orang,” sebutnya.

Namun demikian, Tan Gozali menyebut semua berpulang kepada masyarakat, karena hak pilih juga ada pada masyarakat di desa Lumbandolok.

“Kita meminta supaya pelaksanaan pemilihan kepala desa di 60 desa se kabupaten Madina bisa berjalan dengan baik, dan meminta panitia penyelenggara agar mengawasi semua pelanggaran, apalagi Pilkades ini sangat rentan dengan politik uang, ini yang perlu kita waspadai bersama.

“Pilihlah pemimpin yang baik dan bijaksana serta menegakkan kebenaran, dan yang bisa membawa masyarakat menuju pembangunan yang lebih baik, serta dapat mewujudkan generasi muda yang beriman dan bertaqwa,” pesan Tan Gozali.

 

Sumber : Mohganews

Editor     : Bakty