SAVE KORBAN DONGGALA, HKBP RESORT MANDAILING NATAL GELAR DO`A BERSAMA

SAVE KORBAN DONGGALA, HKBP RESORT MANDAILING NATAL GELAR DO`A BERSAMA

 MNC Trijaya Mandailing Natal (Madina) - Sebagai bentuk rasa duka cita untuk para korban gempa dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, HKBP Panyabungan resort Mandailing Natal  dan Jematnya ditambah lagi para Undangan dari koramil  dan kepolisian juga FKUB Mandailing Natal di Gereja HKBP Kelurahan kayu Jati, (10/10/2018).

Agenda Doa bersama tesrebut meliputi, Bernyanyi BN. HKBP No. 428 : !, Do’a Pembuka , Bernyanyi BN. HKBP No. 733 : 4, Litani, Bernyanyi BN. HKBP No. 758 : 1, Ucapan Keperihatinan dari kaum bapak ( L. Sihombing ), Ucapan Keprihatinan dari kaum Ibu (T. Br Pangaribuan), Ucapan Keprihatinan dari Majelis Jemaat dan Do`a Bapak kam- Berkat.

Kegiatan yang bertempat di Gereja HKBP Kelurahan kayu Jati Panyabungan Resort Mandailing Natal itu berlangsung khidmat dan haru saat St, JN, Simbolon (Majelis Jemaat)  memberikan ucapan keperihatinan  mengenai kekuasaan Tuhan.

Seusai  Acara  tersebut, Darwin manalu (FKUB)   mengatakan  kepada MNC,   mengajak seluruh ummat untuk kembali ke jalan yang benar.  Kegiatan hari ini juga sekaligus untuk menjalin silaturahmi, sesama ummat manusia , komponen masyarakat, pemerintah daerah. danberharap terjalin komunikasi yang baik.

"Kegiatan Doa Bersama serentak Untuk Gempa Bumi dan Tsunami di Sulawesi Tengah digelar  hari ini di Gereja HKBP Resort Panyabungan untuk saudara-saudara kita yang sedang di timpa musibah dan kami kami mengucapkan  Turut berbela sungkawa. Seperti diketahui, Gempa magnitudo 7,4 terjadi pada Jumat (28/9/2018) memicu terjadinya tsunami” ucap Darwin 

"Maka kita serukan semua jangan berpangku tangan. Ayo sama-sama saling meringankan dan beri bantuan apa saja, doa, tenaga ilmu, harta benda, kita kirimkan untuk saudara kita yang menjadi korban gempa tsunami di Sulawesi Tengah," sambung Darwin

"Oleh karena itu saya mengajak dan menyerukan kepada seluruh anak bangsa ayo kita peduli, duka mereka adalah duka kita, susah mereka adalah susah kita," Pungkas Darwin mengakhiri

Bakty