DESA PAGUR GELAR BEBERAPA KEGIATAN PELATIHAN

DESA PAGUR GELAR BEBERAPA KEGIATAN PELATIHAN

MNC Trijaya Mandailing Natal (Madina) - Kewajiban umat  Islam memiliki kemampuan mengurusi jenazah atau bilal Jenajah. Karena itu, kewajiban itu pengetahuan dan pemahaman secara utuh.  

Pengetahuan dan pemahaman itulah yang menjadi fokus Pemerintah Desa Pagur  Kec. Panyabungan Timur Kab. Mandailing natal. Selama beberapa hari, belasan bilal Jenajah melaksanakan pelatihan dimulai dari tanggal 07/07/2018 sampai selesai.

Kepala Desa Pagur Indra Sudana  mengatakan, pekerjaan sebagai bilal jenajah merupakan tugas Mulia  yang tidak mampu dilakukan sembarang orang sehingga dituntut untuk menguasai pengetahuan dan ilmu agama tentang pelaksanaan fardhu kifayah.

"Untuk itu, seluruh peserta diharapkan benar-benar mengikuti pembinaan ini, sebab melaksanakan fardu kifayah terhadap jenazah menjadi kewajiban bagi setiap ummat Islam yang dapat diwakili oleh seorang bilal mayit," katanya.

Kepala Desa menambahkan, Tujuan kegiatan itu untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman rangkaian pelaksanaan fardu kifayah yang menjadi bagian tugas seorang bilal Jenajah

Pelayihan  dilaksanakan selama beberapa  hari tersebut menghadirkan instruktur atau nara sumber berpengalaman dari kemenag madina.

Basri Instruktur atau pelatih mengatakan kepada MNC, antusias peserta sangat tinggi baik kaum ibu dan bapak. 

. "Diharapkan peserta kedepannya bisa lebih terampil dan benar dalam melaksanakan fardu kifayah," ucapnya

Seterusnya  Mendukung program pengentasan pengangguran di Desa Pagur Kec. Panyabungan Timur  , Pemdes dan masyarakat Pagur  mengadakan pelatihan tata rias  bagi ibu rumah tangga (IRT) dan remaja perempuan yang bersumber dana dari dana Desa T.A 2018 di Rumah kades (28/01).

Kades Pagur , Indar sudana mengatakan, selain peserta bisa merias diri sendiri bisa juga bermanfaat untuk orang lain dan bisa menambah pundi-pundi dana bagi para peserta.

"Pelatihan ini kita selenggarakan hasil RPJMDes untuk memberikan bekal kepada para IRT dan remaja perempuan supaya punya keterampilan tata rias” ucap Kades

Kades menambahkan, pelatihan diberikan selama dua hari. Materi yang diberikan berupa 30 persen teori dan 70 persen praktek untuk membekali IRT keterampilan tata rias pengantin.

"Apalagi sekarang ini bisnis tata rias pengantin cukup menjanjikan dan bisa menambah penghasilan bagi IRT dalam membantu suami membiayai kehidupan sehari-hari," terangnya.

Esti (30), salah satu peserta mengungkapkan, merasa beruntung bisa ikut pelatihan tata rias secara gratis. Menurutnya, kalau mau bayar jelas biayanya relatif mahal.

"Informasi yang kita dapat, biaya kursus tata rias ini sekitar Rp 1 juta per orang. Ini gratis, sayang sekali kalau tidak dimanfaatkan," bebernya.

Sementara ituinstruktur Tata Rias Tello menyebutkan, hendaknya pelatihan tata rias yang diberikan dimanfaatkan dengan baik.

"Minimal bisa merias diri sendiri dan keluarga terlebih dahulu ketika ada acara, dan juga bisa mandiri ke depannya untuk bisnis tata rias pengantin," katanya.

Apalagi, pelatihan ini menurutnya merupakan Dana Desa yang secara sukarela memberikan pelatihan secara gratis. "Sayang sekali, kalau tidak dimanfaatkan oleh IRT in dan remaja," tandasnya.

Tidak hanya itu Pelatihan Markobar juga bagian dari Program dana Desa pagur di tahun 2018 ini Pelatihan yang di ikuti 17 marga dan setiap marga mengutus 2 orang dari setiap kahangi dalam pelatihan tersebut .

Team