Tan Gozali Diserang Sekelompok Orang, Begini Kronologinya

dua kendaraan yang terjadi lakalantas menyebabkan Ketua KNPI Madina dikeroyok sekelompok orang

MNC Trijaya Mandailing Natal ( Mandailing Natal)  – Tan Gozali Nasution diserang dan dikeroyok puluhan orang pada Sabtu malam (7/4/2018) kemarin. Peristiwa pengeroyokan tersebut berawal dari kejadian kecelakaan lalu lintas di perbatasan Panyabungan Selatan dengan Batang Natal.

Informasi dihimpun dari korban Tan Gozali dan temannya bernama Munawar Nasution, ia saat itu bersama  beberapa orang pengurus mahasiswa waktu itu sedang dalam perjalanan menuju Natal, setibanya di salah satu tikungan di perbatasan, mobil avanza yang ditumpangi Tan Gozali bersama kawannya itu terserempet sebuah truk fuso yang membawa CPO menuju arah Panyabungan.

Mobil avanza bernomor polisi BE 2881 CX tersebut penyot di bagian depan sebelah kanan, tetapi truk bernomor polisi BK 9988 HZ tidak berhenti, sehingga Tan Gozali bersama kawannya di dalam mobil berbalik arah dan mengejar truk fuso tersebut.

Sekitar beberapa kilometer mengejar, Munawar Nasution memberhentikan truk guna memberitahukan mobil mereka kena serempet truk. 

"Saat itu kami memberitahukan mobil kami kena serempet truk mereka, kami tanya bagaimana pertanggung jawabannya. Jadi, saat itu kernetnya bilang ia menghubungi toke nya dulu. Kami bilang, silahkan hubungi sekarang," ujar Munawar kepada wartawan menceritakan kejadian.

Selanjutnya, salah satu yang di dalam truk itu menghubungi pimpinan mereka, 

"Saat salah satu mereka mengubungi toke nya, satu orang lagi kami ajak cerita, disitu dia bilang ke kami supaya dia jangan dilibatkan dalam masalah ini, dia bilang anaknya banyak. Dia mengeluh saat itu,

"Kemudian, mereka meminta kami supaya diselesaikan di rumah makan Paranginan (Kayulaut), saat itu kami minta supaya di warung dekat kejadian saja, karena kami juga mau melanjutkan perjalanan ke Natal. Tapi dia tetap ngotot supaya di Paranginan saja. Akhirnya kami turuti berangkat ke rumah makan Paranginan," terang Munawar.

Mengenai pemecahan kaca truk, Munawar menegaskan dia tidak pernah memaksa supir maupun kernet truk melakukannya.

"Saya tidak memaksa pecahkan mobil, dia saja yang bilang saya pecahkan saja kaca mobil ini, saya jawab saat itu, itu urusanmu, kalau mau dipecahkan silahkan saja, lalu disitu dipecahkannya," tambahnya lagi.

Setibanya Tan Gozali bersama rekannya begitu juga supir dan kernet truk ke rumah makan Paranginan, beberapa saat kemudian, datang sekelompok orang yang jumlahnya sekitar 30an orang dan langsung melakukan penyerangan kepada Tan Gozali dan Munawar.

"Saya masih sempat melihat mereka datang menuju meja makan kami, dan disitu kami dipukuli membabi buta, ada lebih 30 orang mereka datang. Saya tidak bisa hitung lagi berapa kali saya dipukul, ditampar dan ditendang, diseret dari rumah makan lalu dibawa ke tempat yang tidak jauh dari rumah makan, disitu kami kembali dipukuli dan ditendang," ungkap Tan Gozali dan Munawar.

Tan Gozali maupun Munawar mengaku mengenali beberapa orang pelaku pemukulan, dan beberapa nama pun sudah mereka laporkan dalam pengaduan ke Polres Madina

"Saya kenal betul beberapa orang dari mereka, tapi sebagian memang saya tidak kenal nama," tutur keduanya. 

Mereka juga membantah melakukan pemerasan terhadap supir maupun kernet truk, dan mereka hanya meminta pertanggung jawaban atas kerusakan mobil mereka yang diserempet truk.

Terpisah, Kapolres Madina AKBP Martri Sonny melalui Kepala satreskrim AKP Manson Nainggolan membenarkan adanya laporan pengaduan atas kejadian pemukulan dan pengeroyokan yang dialami Tan Gozali bersama temannya itu.

"Laporannya sudah masuk, dan sudah ada nama-nama pelaku yang disebutkan saudara korban. Kami masih melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi, kalau sudah lengkap baru nanti kami simpulkan," ujar Manson Nainggolan. (Bakti WJ) 

Sumber : Mohganews