Datang Berbagai Kecaman Masyarakat Terkait Dugaan Pelanggaran HAM Oleh Oknum PT DIS.

HUMAN RIGHT IS SPECIA

MNC Trijaya Mandailing Natal (Madina) – belum terlepas dari ingatan yang dugaan Penyiksaan secara tragis dan bertubi-tubi yang di alami Lambo Reno, Buruh Harian Lepas PT.DIS (Dinamika Inti Sentosa yang menyebutkan Dirinya telah Menerima berbagai penganiayaan dan perlakuan yang sangat tidak menyenangkan akibat tuduhan pencurian Alat Komputer Beko Milik PT.DIS, BerbagAi elemen masyarakat merespon dengan sangat keras atas dugaan perlakuan yang di terima Lambo Reno terkait pemberitaan berjudul “MIRIS, BURUH PT.DIS DI PAKSA MINUM AIR KENCING DAN DI PERLAKUKAN TIDAK MANUSIAWI” tertanggal (21/03/2018)

Ungkapan dan kecaman yang datang dari berbagai profesi dan elemen ini menyatakan keberatan yang sangat tegas tentang perlakuan oknum PT.DIS terhadap Lambo Reno “ itu sudah keterlaluan, apa tidak ada lagi jalan keluar sehingga di lakukan hukuman fisik yang saya rasa sangat keterlaluan karna ini menyangkut kebebasan hidup seseorang (HAM) dan bertindak semena-mena tanpa mempertimbangkan bahwa negara ini adalah negara hukum” Ungkap Ahmad warga Panyabungan (07/04/18)

Di lain kesempatan Wakil ketua LSM KCBI Kholil Nasution Juga sangat Keberatan dengan adanya dugaan Pelanggaran HAM yang di lakukan Oknum PT.DIS ini ”kalau memang ada hal tersebut benar adanya, bukankah ini sudah mencoreng dan melanggar HAM, apalagi adanya indikasi memaksa korban meminum air kencing, perlakuan ini kan sudah melebihi memperlakukan binatang” tegasnya

“Menyikapi hal ini seharusnya kita sebagai perusahaan besar melakukan pengkajian dan penyelidikan atas hilangnya alat komputer milik alat berat tersebut, kalau memang tidak di temukan jalan keluar, maka alangkah baiknya Oknum yang ada di PT.DIS memberikan permasalahan ini kepada pihak berwajib, toh Negara kita ini Negara Hukum “ tambah Kholil(06/04/18)

Ungkapan yang sama juga di sebutkan Parwis Batubara ketua AMPI Kecamatan Muara Batang Gadis “ini sudah tidak bisa di biarkan, kalau ini berlangsung terus maka kasian pribumi yang bekerja pada perusahaan tersebut karna bukannya sejahtera dengan adanya perusahaan di wilayah MBG ini malah di perlakukan lebih hina dari binatang seperti yang di ungkapkan Lambo Reno”(08/04/18)

(Eka Sofyandi Red.)