Dana Desa di Kecamatan Panyabungan Timur Teridikasi Digerogoti Tikus Kantor

karikatu tikus kantor

Mnc Trijaya Mandailing Natal ( Panyabungan Timur ) – Dana Desa merupakan salah satu kebijakan Pemerintah untuk Menunjang Kemajuan ekonomi dari dasar, selain penunjang ekonomi diharapkan Dana Desa dapat Menjadi Pelopor dalam Memajukan Sumber Daya Manusia (SDM) di setiap Daerah sebagai dasar kemajuan Indonesia, dari Negara Berkembang menjadi Negara Maju.

Namun sering kali ini di jadikan ajang menumpuk kekayaan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, sehingga tujuan awal Dana Desa ter-realisasi tidak tepat sasaran, salah satunya ialah adanya Indikasi permainan yang di perankan oleh salah satu staf honorer berinisial SN

Tanpa kejelasan peruntukan SN di duga menjadi pemeran pembantu dalam ajang KKN pada Dana desa di Kecamatan Panyabungan Timur seperti penjelasan salah satu kades yang menyebutkan “Di Panyabungan Timur ada salah satu staf Honorer yang menjadi anak pemeran di depan layar dan bertugas sebagai muara pengumpulan uang dari sejumlah Kepala Desa yang menurut sepengetahuan kami untuk pengurusan berkas di Kantor Camat serta Administrasi yang lain 06/03/18”

Di lain kesempatan Crew MNC trijaya Mandailing Natal Juga mengkonfirmasi Oknum Kepala Desa yang lain “memang itu benar dan sampai saat ini menurut perhitungan saya kalau di rata-ratakan uang dari Kepala Desa yang diterima SN lebih dari Rp.20.000.000/Kades (26/3/18)”

Dalam mengkonfirmasi SN di salah satu rumah makan di Lintas Timur Panyabungan (27/3/18) sekitaran 18.00 Wib SN membantah hal tersebut dan menyebutkan “menurut saya, Isu yang mereka katakan tersebut tidak benar, saya tidak pernah mengumpul ataupun mengutip uang dari Kepala Desa manapun” tegas SN

“ini menunjukkan tingginya azas praduga di Kecamatan Panyabungan Timur,dan kami sebagai masyarakat Panyabungan Timur sangat mengharapkan peran serta Aparat Penegak Hukum untuk menelusuri benar tidaknya hal ini, dan kalau memang ada terdapat temuan kejanggalan di lapangan kita berharap tindakan yang keras dari Penegak Hukum melalui Perundang Undangan yang berlaku.” Ungkap Mukri warga Panyabungan Timur

(Eka Sofyandi Red.)