Terkait Indikasi Penyerobotan Sumber Air Di Tarlola Ketua Sapma Pemuda Pancasila Madina : SMGP Jangan Seenaknya Sama Pribumi....!

Foto Ketua Sapma PP Madina Panri Nasution(Kanan) bersama Ketua Karang Taruna Madina Al-Hasan Nasution (kiri

MNC Trijaya Mandailing Natal ( Panyabungan ) – Anjing menggonggong kafilah berlalu, ini nampaknya yang terjadi dari aspirasi asyarakat wilayah tarlola yang merasa sumber airnya telah di serobot sebelah pihak oleh PT.SMGP.

“ini sudah sering kita bicarakan dan bahkan kita atas nama masyarakat sudah menyurati pihak Kecamatan mengenai masalah ini, karna ini menyangkut kepentingan orang banyak dimana air ini sangat di perlukan masyarakat dari Hutabaringin Hingga maga lombang” sebut  Asbih Nasution Masyarakat Tarlola (13/03/18)

“Kalau hidup ini cocok buat kita, baik buat orang lain karna hidup ini hanya sekali dan kita juga nantinya akan memerlukan orang lain untuk memandikan mayat kita dengan air bukan dengan uang makanya kalian jangan semena-mena dan memandang sebelah mata masyarakat ini camkan itu pejabat” ungkap Asbih dengan nada geram

Di lain kesempatan Team MNC Trijaya Mandailing Natal Mengkonfirmasi Camat Puncak Sorik Marapi Kasmir via Handphone mengenai surat tersebut dan keberadaan surat masuk itu di benarkan “ Surat itu memang sudah masuk ke pihak Kecamatan dan saya akan segera memanggil masyarakat dan para kepala desa terkait hal ini untuk di musyawarahkan demi mencari jalan keluar yang baik “ sebut Kasmir (14/03/18)

Di saat mencoba menghubungi Pihak SMGP untuk Konfirmasi Team Liputan Mnc Trijaya kembali menghadapi kendala dimana surat Konfirmasi yang di layangkan telah masuk ke meja Ardiansyah BTR CDCR PT.SMGP hingga saat ini belum mendapat balasan dan sudah sering di hubungi via telepon selular tidak ada tanggapan (12/03/18)

Di lain kesempatan Ketua Sapma PP ( Satuan Pelajar Mahasiswa Pemuda Pancasila) Mandailing Natal Panri Nasution mengaku sangat kecewa melihat keadaan ini “Pihak SMGP yang keberadaannya seharusnya membawa dampak positif bagi masyarakat Madina malah mencerminkan kebalikannya dengan membuat masyarakat resah dan geram dengan kelakuan mereka yang seenaknya mengambil sumber air yang keberadaannya sangat di butuhkan masyarakat banyak dengan sebelah pihak tanpa memikirkan dampak negatif yang akan terjadi bagi masyarakat”

” ini tanah Pribumi dan Pribumi adalah penguasa disini jadi berdayakan pribumi,pekerjakan Pribumi dan jangan rampas hak pribumi wahai perusahaan asing jadi jangan seenaknya sama pribumi karna kalian hanya menompang di tanah kami, ini juga berlaku untuk Para Sub-Kontraktor PT.SMGP yang ada di Madina” tambah Panri Nasution dengan Nada Keras (Eka Sofyandi Red.)