PT.SMGP BERULAH LAGI......?

Bendungan Air Dari Aek Nabirong Menuju PT.Astrom (Sub-player PT.SMGP)

MNC Trijaya Mandailing Natal ( Madina ) – KS ORKA pertama kali masuk ke industri panas bumi di Indonesia pada tahun 2016 dengan mengakuisisi proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi 240MW Sorik Marapi di Mandailing Natal, Sumatera Utara. Sejak saat itu, perusahaan proyek, PT Sorik Marapi Geothermal Power, telah bergerak maju dengan rencana pengembangannya dengan mempercepat tahap eksplorasi dengan target COD lebih cepat dari jadwal.

 Dalam memenuhi kebutuhan air PT.SMGP meminta kepada masyarakat setarlola agar mau memberikan Aek roburan untuk di alirkan melalui pipanisasi menuju PT.ASTROM (Sub-Player PT SMGP) sebagai dasar pengurusan izin Pengusahaan air ke pemerintah.

Melihat permintaan tersebut masyarakat se tarlola (Sebagian Daerah di Kecamatan Puncak Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal) merasa keberatan dan menyebutkan bahwa aek Roburan adalah salah satu sumber air yang paling vital dalam memenuhi kebutuhan air masyarakat se-tarlola.

Selain menolak masyarakat juga memberikan jalan keluar untuk PT.SMGP melalui rapat 17 perwakilan warga se-tarlola  (tujuh Desa) tertanggal 31 Oktober 2017 agar mengambil air tersebut dari salah satu sumber air yang ada di daerah tarlola bernama Aek Tongor dengan ketentuan 1 pipa untuk Perusahaan dan 1 pipa untuk di alirkan dari aek tongor menuju Aek Roburan untuk menambah debit air.

Namun inilah yang di sayangkan oleh masyarakat se-tarlola, bahwa perjanjian yang di buat dan di tanda tangani oleh tujuh desa di wilayah tarlola ini di indahkan dan terindikasi hanya angin lalu oleh PT.SMGP yang melangsungkan peengambilan pipanisasi air dari Aek Nabirong yang menurut warga itu adalah bondar kuriah dan sangat vital keadaannya untuk kebutuhan air warga.

“Itu adalah bondar kuriah dan aek nabirong mempunyai peranan vital dalam mengairi sawah warga, kebutuhan mandi, dan kebutuhan air wuduk warga karna air ini juga melewati masjid ataupun surau, sehingga dampaknya kita kasihan melihat masyarakat yang kekurangan air untuk kebutuhan sehari-hari tersebut” ungkap Asbih ( Warga Desa Hutanamale )

Pernyataan warga ini di perkuat oleh hampir 200 tanda tangan masyarakat wilayah Tarlola yang sangat kecewa dan keberatan atas pengambilan air tersebut oleh pihak PT.SMGP yang di alirkan menuju PT.ASTROM (Sub-Player PT.SMGP).

Dalam kesempatan lain team MNC Trijaya Mandailing Natal mengkonfirmasi secara tertulis kepada PT SMGP dengan no surat 003/SKF/MNC-T/III-2018 namun pihak SMGP belum membalas dan ketika di tinjau ke PT.SMGP, “ belum ada surat balasan dari Jakarta “ sebut Ardiansyah BTR humas PT.SMGP melalui satpam (08/3/18).

Maka dari itu masyarakat Wilayah Tarlola Meminta Kepada Bapak Presiden RI dan Gubernur Sumut untuk Menangani hal tersebut dan menindak PT.SMGP jika memang terbukti bersalah dalam pengambilan air tersebut agar di tindak lanjuti sehingga tidak merugikan masyarakat banyak khususnya wilayah tarlola.

sesuai yang di atur dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Pasal 33 ayat 3 yang menyatakan“bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”, dan di pertegas dengan Peraturan Pemerintah No 121 Tahun 2015 Tentang Pengusahaan Sumber Daya Air.(Eka Sofyandi. Red.)