SATMA AMPI PC. IMM Madina Dan juga Masyarakat Geruduk PT.SMGP

SATMA AMPI PC. IMM Madina Dan juga Masyarakat Geruduk PT.SMGP

MNC Trijaya Mandailing Natal (Mandailing Natal) - Satuan Mahasiswa Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (SATMA AMPI) dan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Madailing Natal (Madina) serta masyarakat melakukan aksi unjuk rasa ke PT.SMGP di Jalan Lintas Sumatera Desa Purba Lamo, Selasa, (09/01/2017)

Dengan jumlah massa ratusan ini, para demonstran terus menyuarakan keluhan ataupun unek-unek terhadap keberadaan perusahaan yang bergerak di bidang panas bumi.

Dalam pernyataan sikapnya yang disampaikan Muliya Harisandi menilai bahwa berdasarkan temuan di lapangan, telah banyak terjadi indikası penyelenggaraan penyalah gunaan wewenang dalam Perusahaan PT Sorik Marapi Geothermal Power, Salah satunya ialah banyaknya tenaga kerja asing yang berada di PT SMGP, selain itu juga  meminta agar pemerintah dan aparat penegak hukum segera bertindak karena kuat dugaan banyaknya TKA Ilegal di PT SMGP.

“Kami Menuntut pemberdayaan tenga kerja lokal karena sejauh ini masih banyak warga lokal yang tidak mempunyai pekerjaan, sementara tenaga kerja dari luar daerah secara massif di datangkan untuk bekeria di PT.SMGP,” sebut Muliya Harisandi dalam orasinya, selaku kordinator aksi

Selain itu mobil berat yang melintas di siang hari sangat meresahkan, keselamatan dan mengakibatkan kemacetan yang sangat merugikan masyarakat, kami juga menuntut PT SMGP agar secepatnya mengganti rugi ratusan rumah warga yang rusak akibat aktivitas pengebaran PT. SMGP karena hingga dua bulan kerusakan PT SMGP hingga saat ini enggan dan terkesan tidak mau bertanggung.

Satuan Mahasiswa Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia dan Masyarakat juga menolak pemakaian sungai aek roburan untuk kepentingan pengeboran PT SMGP Karena aliran aliran sungai tersebut sangat penting untuk irigasi persawahan dan keperluan sehari lari di Kecamatan.

“bercermin pada pemakaian sungai Aek Maga yang mana sebelumnya PT. SMGP berkomitmen hanya mengambil air pada rentang jam 12.00- 06.00 pagi dan digunakan sekitar 4 jam, akan tetapi dalam pelaksanannya, pengambilan air tidak mengenal waktu dan bahkan di pergunakan 24 jam,” ucap Mulia

Lanjut, kami juga meminta Bupati Madina agar mencibut izin penggunan Jalnn sibanggor oleh PT SMGP, Hal ini di karenakan perusahaaan telah mengangkangi seluruh/sebagian kesepakatan yang di jalin oleh pemerintah dan PT SMGP pelanggarun yang di maksud diantaranya adalah tidak ada pemeliharaan jalan

dan cenderung semakin parah, Selain itu PT SMGP dalam pemakaian jalan tersebut sangat meresahkan dan mengancam keselamatnn masyarakat.

Kami juga meminta pemerintah dan PT SMGP agar membuat kebijakan gratis listrik untuk masyarakat Mandailing Natal terutama bagi warga yung berdomisili di WKP PT, Sorik Marapi Geothermal Power, kebijakan ini kamı harapkan secepat mungkin terealisasi agar saat masa produksi masyarakat dapat menikmati Listrik Gratis. Hal ini juga bertujuan agar masyarakat seluruhnya bisa menikmati keberadaan perusahaan dan tidak hanya merasakan dampak Negatif nya saja.

Selain itu juga para demonstaran mempertanyakan jumlah TKA yang ada di PT.SMGP.

Menanggapi aspirasi para demonstaran pihak perusahaan melalui perwakilannya menyampaikan, masalah rumah memang benar keretakan terjadi akibat dari proses kegiatan perusahaan, namun harus dilakukan klaripikasi bahwa kerusakan tersebut diakibatkan kegiatan dari perusahaan.

“Terkait penggunaan Aek Roburan perusahaan sudah mendapat izin dari Pemda, sedangkan pemakaian jalan kita mau membangun pembangkit tenaga listrik maka kita perlu alat alat berat, dan itu sudah sesuai dengan peraturan yang ada,” sebutnya.

Sedangkan masalah TKA yang berada di PT.SMGP pihak perusahaan melalui perwakilannya belum bisa menjawab, karena harus melihat kembali data data tentang jumlah TKA di PT.SMGP.

Mendengar jawaban pihak perusahaan melalui perwakilannya, demonstran tidak puas, dan berjanji akan datang lagi, untuk memperjelas jawaban semua tuntutan mereka, dan sembari meminta dipertemukan dengan menejer perusahaan. (Bakti Wijaya)