PC IMM Madina Unras Ke Kantor Disnaker Dan Satpol PP

PC IMM Madina Unras Ke Kantor Disnaker Dan Satpol PP

MNC Trijaya Mandailing Natal (Mandailing Natal)- Puluhan Mahasiswa yang tergabung Dari Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC. IMM) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan Juga ke Kantor Satuan Polisi Pamong Paraja (Satpol PP) Madina Selasa, (09/01/2018).

Mahasiswa PC. IMM Madina memulai aksi yang pertama ke kantor Dinas Tenaga Kerja Madina, didepan Kantor Disnaker Madina Mahasiswa menyuarakan tentang keberadaan perusahaan PT SMGP salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pengembagan panas bumi.

Mahasiswa menilai kehadiran PT SMGP di Bumi Gordang Sembilan dianggap mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Madina khususnya daerah yang terdampak secara langsung yaitu kecamatan Lembah Sorik Marapi, Puncak Sorik Marapi, dan Kecamata Panyabungan Selatan. Namun, harapan masyarakat telah bertolak belakang dan tidak sesuai dengan yang diharapkan,dan juga masalah adanya dugaan tenaga kerja ilegal yang tidak terdaftar pada Disnaker Madina.

Dalam pernyataan sikap yang disampikan Rahman simanjuntak selaku kordinator aksi, secara tegas menolak banyaknya tenaga kerja asing berada di PT SMGP dan diduga adalah tenaga kerja ilegal yang tidak terdaftar pada Dinas Ketenagakerjaan.

Lanjut Rahman Secara tegas meminta kepada seluruh kontraktor yang berada dibawah naungan PT.SMGP agar memberikan status yang jelas kepada tenaga kerja lokal sesuai dengan Undang undang yang berlaku Karena kontaktor yang mempekerjakan masyarakat diduga telah merampas hak-hak setiap tenaga kerja.

"Sejauh ini perusahaan kontraktor hanya mempekerjakan tenaga kerja dari luar daerah sehingga masyarakat setempat banyak yang menganggur,"

Selain itu mahasiswa juga meminta pemerintah dan PT SMGP membuat Kebijakan listrik gratis kepada asyarakat Madina terutama yang berdomisili di WKP PT SMGP dengan tujuan agar masyarakat keseluruhan dapat menikmati keberadaan perusahaan dan tidak hanya merasakan dampak negatifnya saja.

Lanjut, Menuntut PT SMGP agar mengatur jadwal Mobolisasi pengangkutan bahan material, karena PT SMGP dianggap tidak mengenal waktu, bahkan pihak SMGP melakukan mobilisasi pada siang hari dimana padatnya arus lalu lintas.

Menuntut Bupati Madina agar mencabut izin penggunaan jalan Sibanggor karena PT SMGP dianggap telah mengingkari kesepakatan yang dijalin antara Pemda,dimana tidak adanya perawatan jalan yang dilakukan oleh PT SMGP sehingga jalan cenderung semakin parah.

"menolak pemakaian sungai Aek Roburan untuk kepentingan Pengeboran PT SMGP karena sungai tersebut adalah irigasi persawahan dan sumber kebutuhan masyarakat setempat," Sebut Rahman.

Sementara itu, Mulia Raja Nasution yang menerima mahasiswa menyampaikan, apa yang telah di aspirasikan oleh mahasiswa akan disampaikan kepada Kepala Dinas selaku pimpinan di Disnaker Madina.

"kebetulan Pak Kadis sedang tugas di wilayah Pantai Barat, tapi ini semua akan saya sampaikan kepada pak Kadis," Sebut Raja.

Lanjut Raja, sejak adanya Undang Undang Pemerintahan Daerah yang baru, kewenangan pengawasan tenaga kerja itu sudah di Tarik ke Provinsi yang membidangi masalah tenaga kerja.

“ini akan kami sampaikan kepada pimpinan agar seluruh perusahaan yang ada di Madina dipanggil dan mendata berapa jumlah TKA di Madina, dan seharusnya jika sudah TKA itu memiliki izin resmi dari Kementerian Tenaga Kerja, jadi Daerah tidak berhak mengeluarkan izin mempekerjakan tenaga kerja asing,” ucap Raja.

Raja menambahkan jika menemukan TKA Ilegal laporkan saja ke Disnaker Madina.

Usai berorasi ke Disnaker Mahasiswa PC.IMM Madina melanjutkan aksinya ke Kantor Satpol PP Madina, didepan kantor Satpol PP Madina Mahasiswa menyuarakan persoalan persoalan yang dihadapi saat ini, dimana semakin meraja lelanya penyakit penyakit masyarakat seperti LGBT prostitusi, Cafe Cafe Hiburan, Rentenir Lintah Darat dan lain sebagainya.

“kami meminta kepada Kakan Satpol PP untuk melakukan razia penertiban terhadap maraknya penyakit masyarakat tentang dugaan Prostitusi Kafe-Kafe Remang, Perhotelan, Pakter Tuak (Miras), yang semakin meraja lela di bumi Gordang Sembilan yang merupakan Serambi Mekkahnya Sumatera Utara, dan ini juga agar terwujudnya Tema Mandailing Natal Yang Notabenya "Negri Beradat Taat Beribadat,”

Rahman juga menyampaikan agar Kakan Satpol PP agar lebih hilai menertipkan siswa/i yang tidak masuk sekolah (cabut) dan mengawasi Pelajar dari penggunaan Narkoba (Lem Cap Kambing) Pada masuknya jam pelajaran dan juga menertibkan Taman Kota Panyabungan pada malam hari karena diduga banyaknya Kupu Kupu Malam Berkeliaran Taman Tersebut.

Menanggapi aspirasi mahasiswa PC IMM Kakan Satpol PP Duroni dihadapan mahasiswa menyampaikan, apa yang disampaikan dalam aspirasi ini merupakan keterwakilan dari masyarakat, dan bukan ini saja dapat masukan, sudah banyak laporan yang masuk terkait hal yang disampaikan.

“sesuai dengan SOP kami telah melaksanakan pada tahun 2017 berbagai kegiatan penertipan, mulai dari pekat, razia kos-kosan yang diduga tempat wanita malam kami sering laksanakan,” sebut Duroni.

Duroni juga menambahkan pemberantasan pekat bukan hanya tugas Satpol PP saja, kami hanya pemegang regulasi, tetapi karifan, keaktifan masyarakat itu sangat diharapkan.

“keaktifan masyarakat sekitar dalam mencegah pekat itu sangat diharapkan, kalau memang ada aktivitas kebencian dicegah, dinasehati atau di usir itu bisa saja, ada NNB sebagai benteng desa, alim ulama, mari sama sama kita cegah,” ucap Duroni.

Mendengar penejelasan dari Kasatpol PP Mahasiswa membubarkan diri  (Bakti Wijaya)