PM Najib: Tak Masuk Akal Jika 1,6 Miliar Muslim Kalah dari Yahudi

Najib Razak (Foto: REUTERS/Olivia Harris)

MNC Trijaya Mandailing Natal (Kuala Lumpur) - Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak mengecam keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Najib pun memimpin aksi demo warga Malaysia untuk memprotes keputusan Trump itu.

Lebih dari 1.000 orang berkumpul di kompleks Masjid Putra di Putrajaya, ibu kota administratif Malaysia untuk memprotes Trump. Mantan perdana menteri Mahathir Mohamad, yang memimpin kampanye untuk menggulingkan Najib, juga ikut serta dalam aksi tersebut.

"Hari ini, terlepas dari keyakinan politik kita, kita berkumpul untuk menunjukkan bahwa sebagai muslim di Malaysia, kita bersatu dalam menentang Yerusalem sebagai ibu kota Israel," ujar Najib seperti dilansir New York Times, Sabtu (23/12/2017).

"Ada 1,6 miliar muslim," tutur Najib di depan massa yang disambut tepuk tangan meriah. "Hanya ada 13 juta orang Yahudi. Tidak masuk akal jika 1,6 miliar orang kalah dari orang Yahudi. Jika kita tidak bersatu, kita akan dipandang rendah," imbuh Najib dalam aksi demo yang berlangsung pada Jumat (22/12).

Dalam aksi demo itu, Najib juga mengatakan bahwa hubungan pribadinya dengan Trump tak akan mengubah dukungannya untuk Palestina.

"Ya, saya telah diterima dengan baik di Gedung Putih, dan Trump adalah teman saya," tutur Najib. "Namun, ketika menyakut prinsip-prinsip saya, saya tak akan mengorbankan itu, bagaimana pun juga. Adalah tugas kita sebagai muslim untuk menegakkan prinsip syariah pertama, yakni membela Islam," tandas pemimpin negeri Jiran itu.

Aksi demo seperti ini merupakan yang ketiga kalinya digelar di Malaysia dalam tiga pekan untuk memprotes keputusan Trump soal Yerusalem. Aksi ini digelar sehari setelah Majelis Umum PBB mengeluarkan resolusi yang menolak deklarasi Trump soal status Yerusalem. 

 

Sumber : Detik.com

Editor     : Bakty